A MAN FROM ANOTHER STAR

Syudah di penghujung Agustus, Sodara-Sodara!

Jujur, Agustus itu bulan paling ribet kalo jadi orang Indonesia (setelah bulan puasa sih). Apa ribetnya? Hari Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mulai tanggal 1 Agustus, tiap rumah maupun instansi wajib hukumnya buat masang bendera merah putih (inget ya red’s on top) di halaman depannya. Jadi jangan heran kalo jalanan kampung-kampung se-Indonesia Raya tuh meriah banget pas bulan ini.

Soal kemerdekaan, secara personal aku ngga ngalamin jaman-jaman perjuangan angkat bambu runcing ngadepin Belanda atau Jepang. Tapi sebagaimana anak Indonesia yang cinta tanah air, aku belajar sejarah. Dan lebih membekas lagi buatku karena banyak dari keluargaku yang jadi pelaku sejarah perjuangan itu. Di sini aku akan ngebahas seorang laki-laki bernama R.M. H. M. A. Soeryopoetro.

img-20161122-wa0001.jpg
A Happy Day with Bapak

That man is my late grandfather.  He passed away three years before I was born. Ngerasa sedih banget karena jadi salah seorang cucu yang ngga bisa negrasain kasih sayang dari kakek paling baik sedunia ini.

The memories of him terus terkenang dalam kelauarga kami. Dan ngga hanya itu, banyak banget orang-orang di sekitar keluarga kami, baik itu yang aku kenal personal maupun ngga, selalu ngerasa dan inget kebaikan hati laki-laki itu. Even after more than twenty five years, masih banyak orang yang inget sama sosok beliau. Salut.

Ada sat hal yang pengen banget aku lakuin dari dulu. Lebih tepatnya sih sejak tahun lalu. Aku pengen banget nulis sebuah memoar tentang beliau. Kenapa? Bukan karena alasan personal : darah. Bukan. Ini lebih ke arah pengen nge-challenge diri aku sendiri buat nulis macam itu. Tapi jujur nulis tentang memoar dari almarhum bukan perkara gampang. Pertama, ngga cukup banyak orang yang masih hidup dan masih sehat buat ditanya-tanya tentang almarhum Bapak. Kedua, kadang aku suka ngerasa keluargaku lebih nyaman kalau kenangan tentang beliau di-keep untuk kalangan keluarga.

Entahlah….

Banyak halangan rintangan membentang. Semoga aja, aku bisa segera menemukan titik terang mau dibawa kemana cita-cita ini.

Bapak, thank you for your love, care and sacrifice for our family. There’s none can change you in our heart. Rest in Peace, Live happily ever after in God’s arm. We love you, Our Man From Another Star. 🙂

Iklan

Princess Yehonala

This is April! Spring is coming to town.

Tidak banyak orang yang tahu tentang Princess Yehonala. Namun, jika disebutkan bahwa beliau adalah Maharani terakhir Dinasti Manchu yang menguasai China Daratan, banyak pujian serta cercaan yang dialamatkan padanya.

Empress Dowager Cixi berkuasa di China hingga akhir hayatnya di usia 72 tahun. Sang Ibusuri adalah politikus ulung. Pemimpin besar China yang memikul tanggung jawab besar untuk kelangsungan emporiumnya setelah kepergian suaminya, Kaisar Hsien Feng dan Kaisar Tung Cih, putranya.

Princess Yehonala sejak awal menginjakkan kaki di Kota Terlarang harus mengalami banyak cobaan. Beliau berusaha agar menjadi selir yang dikasihi sang Kaisar. Selir yang mampu memberikan keturunan untuk Kaisar dan bangsanya. Selir ini pula yang tanpa hentinya belajar memahami situasi kacau China akibat serangan pihak-pihak asing. Selir ini pula yang berusaha dengan segala daya upaya untuk menyelamatkan dinasti dari kehancuran.

Bagiku, Princess Yehonala adalah inspirasi untuk selalu semangat dan berusaha memberikan terbaik di setiap kesempatan. Princess ini pula yang membukakan mataku bahwa ketika kita memilih pemimpin yang salah, maka akan membawa kehancuran bagi kehidupan. Sang Maharani dengan jujur mengakui bahwa suaminya lah yang membawa China ke jurang kehancuran. Mengapa? Karena seharusnya bukan suaminya-lah yang naik tahta. Melainkan adik iparnya.

Sang Maharani juga harus menghadapi para pejabat istana yang korup. Usahanya untuk membawa China menuju kemajuan terus saja dihambat oleh pejabat beretnis Manchu yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongan. Sementara talenta-talenta hebat yang dimiliki China tidak bisa dimaksimalkan hanya karena mereka orang Han!

BOYS BEFORE FLOWERS

Hi! It’s March.

Spring will come soon. Hahaha. Hujan masih melanda belahan bumi Indonesia broo…

Tiba-tiba kepikiran buat bikin post tentang BOYS BEFORE FLOWERS. Gegara apa? Nggak ada apa-apa. Cuma pengen mengenang masa lalu sekaligus sebagai ganti bikin post tema cinta di bulan Februari. Ceileh. Hahaha.

47df48daa8d20e3548e4c5cde93fdf89

credit to here

Continue reading “BOYS BEFORE FLOWERS”

DORAMA DELIGHT

Jumpa lagi!

Dan ngga berasa udah di minggu pertama Januari 2017. 🙂

Banyak hal yang terjadi di sekitar aku. Dan salah satu cara paling ampuh buatku menemukan semangat baru biasanya sih nonton drama gitu. Buatku, nonton drama bukan cuma ngelihat akting aktor dan aktris tapi juga menyelami permasalahan umat manusia. Hehehe. Continue reading “DORAMA DELIGHT”

Cause The Hardest Part of This Is …

It’s already August.
This month, all Indonesian are taking part in the commemoration of Independence Day of Indonesia.

Honestly, August reminds me about my loss of my belated aunt. A year ago, my beloved aunt passed away after dueling with her long time cancer. It was a big loss for my whole family. We still don’t believe that she’d already rest in peace. Continue reading “Cause The Hardest Part of This Is …”

Mudik Lebaran 2016

Bulan Juli sudah menyapa. Dan tinggal sehari lagi menjelang Idul Fitri, esok adalah hari terakhir puasa sesuai dengan keputusan sidang Isbat Kementerian Agama RI. Semoga Allha masih memberikan kita semua kesehatan agar dapat menjumpai bulan suci Ramadhan tahun depan. Aamiin.

Lebaran di Indonesia sangat identik dengan mudik. Memang sih di negara-negara lain juga ada mudik (contoh : RRT saat Tahun Baru Imlek). Tapi mudik di Indonesia sangat berbeda dengan mudik yang di negara lain. Continue reading “Mudik Lebaran 2016”